COO dan COA: Dua Dokumen yang Membuka Peluang Ekspor Anda

Sebagian eksportir memandang dokumen sebagai beban administrasi semata. Padahal, ada dokumen yang justru bisa memangkas biaya, dan ada pula yang membuka akses ke pasar tertentu.
Certificate of Origin serta Certificate of Analysis termasuk keduanya. Meskipun sering muncul bersamaan, fungsinya sebenarnya berbeda. Oleh karena itu, artikel ini mengurai masing-masing agar Anda tidak keliru saat kirim paket ke luar negeri.
Memahami Peran COO dalam Ekspor
Certificate of Origin, yang di Indonesia dikenal sebagai Surat Keterangan Asal, merupakan sertifikasi mengenai asal barang. Melalui dokumen ini, negara tujuan memperoleh kepastian bahwa komoditas Anda memang berasal dari Indonesia.
Dasar penerbitannya bervariasi. Sebagian berpijak pada kesepakatan bilateral maupun regional, sementara sebagian lain lahir dari ketentuan sepihak negara pengimpor.
Manfaatnya terbagi menjadi tiga. Pertama, sebagai sarana memperoleh preferensi tarif. Kedua, sebagai tiket masuk komoditas ke pasar tertentu. Ketiga, sebagai syarat pencairan Letter of Credit bagi pembiayaan ekspor yang memakai skema tersebut.
Membedakan Preferensi dan Non-Preferensi
Sebelum mengajukan, ketahui bahwa SKA terbagi dalam dua kelompok. Pembedaan ini menentukan jenis formulir yang akan Anda gunakan.
SKA preferensi berfungsi memperoleh keringanan tarif berdasarkan perjanjian dagang. Inilah jenis yang berdampak langsung pada penghematan biaya.
Sementara itu, SKA non-preferensi berperan sebagai keterangan asal barang tanpa fasilitas tarif. Meskipun tidak memangkas bea masuk, dokumen ini tetap diperlukan sebagai syarat masuk di sejumlah negara.
Mengenal Jenis Form yang Umum Dipakai
Setiap perjanjian dagang memiliki formulir tersendiri. Memilih form yang tepat menjadi kunci agar keringanan tarif benar-benar berlaku.
Form D digunakan untuk pengiriman ke sesama negara ASEAN. Sejak awal 2020, seluruh negara ASEAN telah siap mempertukarkan versi elektroniknya, yaitu e-Form D, sebagai dasar klaim tarif preferensi.
Selanjutnya, Form E berlaku untuk tujuan Tiongkok melalui kerja sama ASEAN dengan negara tersebut. Adapun Form AK diperuntukkan bagi pengiriman ke Korea Selatan.
Di luar ketiganya, masih ada beragam form lain yang menyesuaikan mitra dagang Indonesia. Karena itu, pastikan formulir Anda sesuai negara tujuan agar manfaat tarifnya tidak hangus.
Syarat dan Alur Pengajuan Melalui e-SKA
Kementerian Perdagangan membangun sistem e-SKA sebagai sarana penerbitan Surat Keterangan Asal secara elektronik bagi seluruh Instansi Penerbit SKA. Sistem ini terhubung pula dengan Indonesia National Single Window serta ASEAN Single Window.
Pengajuan memerlukan tiga dokumen utama sebagai lampiran. Pertama, invoice yang diterbitkan perusahaan eksportir. Kedua, Pemberitahuan Ekspor Barang yang diterbitkan Kantor Bea dan Cukai. Ketiga, Bill of Lading untuk pengiriman laut atau Air Waybill untuk pengiriman udara.
Langkah awalnya adalah registrasi. Perlu diperhatikan, untuk mengakses versi terbaru sistem ini, eksportir wajib memiliki akun OSS berstatus aktif.
Setelah akun disetujui, Anda membuat permohonan sesuai jenis form yang dibutuhkan, lalu mengirimkannya kepada IPSKA di wilayah Anda. Petugas kemudian memeriksa kesesuaian data, mulai dari nilai barang, negara tujuan, jenis komoditas, hingga tanggal keberangkatan.
Apabila disetujui, nomor SKA tergenerasi otomatis. Selanjutnya, Anda mencetak dokumen pada blangko resmi, membubuhkan tanda tangan serta stempel perusahaan, lalu membawanya ke kantor IPSKA untuk ditandatangani pejabat berwenang.
Memahami Fungsi COA
Beralih ke dokumen kedua, Certificate of Analysis merupakan sertifikat hasil analisis laboratorium. Isinya memuat rincian kandungan serta mutu suatu produk.
Berbeda dengan MSDS yang berfokus pada keselamatan pengangkutan, COA menekankan pada komposisi dan standar kualitas. Karena itu, keduanya tidak saling menggantikan. Perbedaan tersebut dibahas lebih dalam pada panduan MSDS untuk pengiriman produk cair dan kosmetik.
Dokumen ini umumnya diminta untuk produk makanan, minuman, suplemen, kosmetik, obat herbal, serta bahan kimia. Negara tujuan memakainya untuk memastikan produk memenuhi standar kesehatan yang mereka tetapkan.
Cara Memperoleh COA
COA diterbitkan oleh laboratorium terakreditasi setelah melakukan pengujian terhadap sampel produk. Jadi, dokumen ini tidak dapat disusun sendiri oleh pengirim.
Prosesnya dimulai dengan pengiriman sampel ke laboratorium. Kemudian, pengujian dilakukan sesuai parameter yang disyaratkan negara tujuan.
Karena pengujian membutuhkan waktu, sebaiknya Anda mengurusnya jauh sebelum jadwal pengiriman ditetapkan. Terlebih, parameter uji tiap negara bisa berbeda, sehingga hasil untuk satu tujuan belum tentu berlaku untuk tujuan lain.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa hambatan sebenarnya mudah dicegah. Kekeliruan paling sering terjadi ketika data pada SKA tidak sama persis dengan invoice maupun dokumen pengangkutan.
Selain itu, salah memilih jenis form membuat keringanan tarif tidak dapat diklaim. Akibatnya, pembeli di negara tujuan tetap membayar bea masuk penuh.
Kesalahan lain adalah mengurus dokumen terlalu mepet dengan keberangkatan. Karena PEB baru terbit setelah proses kepabeanan berjalan, alurnya membutuhkan waktu yang perlu diantisipasi sejak awal.
Pada COA, kekeliruan umumnya berupa parameter uji yang tidak sesuai permintaan negara tujuan. Karena itu, memastikan persyaratan sejak awal jauh lebih hemat daripada mengulang pengujian.
Menyelaraskan dengan Dokumen Lain
Dalam praktiknya, kedua dokumen ini jarang berdiri sendiri. Klasifikasi barang turut menentukan tarif yang berlaku, sehingga penentuannya perlu selaras. Pembahasannya tersedia pada artikel HS Code dan cara menentukan nilai barang.
Apabila produk Anda berupa hasil pertanian, pelajari pula tahapan cara mengurus Phytosanitary Certificate yang prosesnya berjalan paralel. Sementara itu, gambaran menyeluruh mengenai berbagai berkas dapat Anda temukan pada panduan dokumen pendukung saat kirim paket ke luar negeri.
Setelah memahami keduanya, kini Anda tentu melihat bahwa dokumen bukan sekadar formalitas, melainkan peluang menekan biaya sekaligus membuka akses pasar. Pada akhirnya, keberhasilan memanfaatkannya bergantung pada ketelitian berkas serta mitra pengiriman yang memahami regulasi lintas negara. Di sinilah Airway Express hadir sebagai solusi untuk kirim paket ke luar negeri. Melalui konsultasi gratis, tim berpengalaman akan membantu menentukan dokumen yang tepat sesuai negara tujuan, mendampingi proses pengurusannya, sekaligus menyiapkan Air Waybill yang menjadi salah satu syarat pengajuan. Jadi, apabila Anda ingin produk Indonesia bersaing lebih kompetitif di pasar global, percayakan saja kepada Airway Express.

